Omega 2 sebagai Server Media DLNA

Kombinasi antara ukuran mini dari board yang mendukung OS Linux dengan embed koneksi Wi-Fi dan kemampuan untuk expansi storage menyebabkan board satu ini sangat menarik untuk aplikasi portabel atau battery powered device. Kalau board mendukung OS Linux sedikit banyak maka pemanfaatan aplikasi tidak akan jauh berbeda jika anda memakai OS Linux untuk desktop pada umumnya, hanya saja dibutuhkan kesesuaian paket karena Omega 2 memakai prosesor berarsitektur MIPS.
Seperti penulis singgung berikutnya Omega 2 merupakan board khusus untuk keperluan IoT tapi untuk penerapan nyata, aplikasinya bisa bersifat sangat general.
Server Media
Salah satu penerapan Omega 2 adalah sebagai server media lokal, hanya saja dibutuhkan ekspansi storage karena bawaan board ini hanya sebesar maksimal 32MB. Ekspansi storage sangat mudah di Omega 2+, tinggal masukkan MicroSD ke slot dan dengan asumsi board sudah terhubung ke komputer melalui Expansion Dock, kemudian mount MicroSD tersebut melalui command line .

root@Omega-Bxxx:~# mount /dev/mmcblk0p1 /mnt
Secara default biasanya sdcard terletak di /dev/mmcblk0p1 tapi untuk pastinya bisa anda cek dengan dmesg misalnya.
DLNA/UPnP
Ada banyak pilihan protokol untuk streaming yang implementasinya banyak bergantung pada developer dan platform pengembangan. Penulis pernah mencoba untuk memakai streaming melalui http memakai MPD di Omega 2 tapi tidak berhasil dan untungnya ternyata di repository LEDE yaitu OS dimana OS Omega 2 dibuat, terdapat paket minidlna.
http://downloads.lede-project.org/snapshots/packages/mipsel_24kc/packages/
DLNA itu sendiri adalah standard untuk sharing media seperti berkas musik, gambar maupun film dan standard itu dibuat supaya antar device bisa terhubung satu sama lain sehingga bisa saling berbagi berkas antar device tanpa melakukan konfigurasi yang rumit ataupun terancam akan piracy. Rata rata hardware maupun perangkat lunak pemutar media di device mobile maupun laptop ataupun PC pasti mendukung yang namanya standard DLNA/UpnP.
Setup Server
Secara default repository dari Omega 2 tidak mendukung paket minidlna tetapi paket ini bisa anda dapatkan dari repository LEDE.
root@Omega-Bxxx:~# wget http://downloads.lede-project.org/snapshots/packages/mipsel_24kc/packages/minidlna_1.1.5-1_mipsel_24kc.ipk
Kemudian gunakan option — force-depends untuk menginstall paket tersebut
root@Omega-Bxxx:~# opkg install --force-depends minidlna_1.1.5-1_mipsel_24kc.ipk
Kalau ada pesan eror tentang libexif, mudah saja download paket tersebut dan instal terlebih dahulu
root@Omega-Bxxx:~# wget http://downloads.lede-project.org/snapshots/packages/mipsel_24kc/packages/libexif_0.6.21-1_mipsel_24kc.ipkroot@Omega-Bxxx:~# opkg install libexif_0.6.21-1_mipsel_24kc.ipkroot@Omega-Bxxx:~# opkg install --force-depends minidlna_1.1.5-1_mipsel_24kc.ipk
Kemudian anda harus mengkonfigurasi minidlna agar sesuai dengan Omega 2 seperti konfigurasi path dari direktori dimana media yang akan di stream di simpan dll.
root@Omega-Bxxx:~# vi /etc/config/minidlna

Options di kedua kotak merah itu yang perlu diperhatikan yaitu interface dan media_dir. Pastikan interface yang dipakai di Omega 2 adalah br-wlan
atau cek dengan perintah ifconfig dan pastikan path media yang akan anda sharing sudah benar, setelah itu restart minidlna.
root@Omega-Bxxx:~# /etc/init.d/minidlna restart
Setup Client
Klien DLNA/UPnP bisa disetup di laptop ataupun mobile device ataupun PC sepanjang bisa konek ke layanan Wi-Fi Omega 2.

atau jika anda memakai VLC ataupun Windows Media Player di PC, biasanya secara otomatis akan mendeteksi server DLNA dan lamanya deteksi tergantung dari seberapa banyak media yang akan anda share.

Ok, memang publikasi ini bernama JavaScript dan IoT dan sepertinya artikel diatas tidak banyak berhubungan. Hmm…tidak juga karena sebenarnya Omega 2 itu bisa dikontrol melalui internet, jadi jika anda mau membaca daftar file media di Omega 2 yang secara fisik letaknya sangat jauh dari tempat anda sekarang, itu sangat memungkinkan. Sebagaimana untuk menambah, menghapus berkas media secara remote atau sync dengan layanan dropbox ataupun cloud storage lainnya, lagi-lagi itu sangat memungkinkan.
Sekian & Happy Hacking! ;)