Pemrograman

Insight & Tutorials in Bahasa Indonesia

Follow publication

Mencicipi A.I. dari IBM Watson

Equan P.
Pemrograman
Published in
4 min readFeb 25, 2018

--

“Modern abstract sculpture of metal net structure against white background, San Francisco Museum of Modern Art” by William Bout on Unsplash

Sepertinya bagi saya pribadi sebagai pengembang akan selalu berada di jaman emas dimana saat ini bertebaran berbagai potensi teknologi seperti artificial intelligence, visualisasi data 3D, konektifitas internet di berbagai sudut, digitalisasi historis (Big Data), penggunaan teknologi terdistribusi seperti Blockchain ataupun sangat mudahnya membikin dan memilih perangkat keras secara kustom dll.

Layanan ArtificiaI Intelligence

Seperti halnya Blockchain yang sudah mulai merambah di berbagai sudut penggunaan, A.I pun sudah banyak tersedia terutama sebagai layanan kelas enterprise oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon, Microsoft dengan Azure Cognitive dan IBM misalnya dengan layanan seperti IBM Watson

Kekurangannya?

Biasanya dengan kemudahan harus ada kompensasi yang harus dibayar dan dalam konteks ini memang layanan-layanan perusahaan besar tersebut tidaklah bersifat gratis dan sudah pasti anda harus merogoh kocek yang dalam kalau mau bener-bener terjun dalam bisnis yang memakai layanan-layanan berdasarkan A.I tersebut akan tetapi sebagai pengembang anda masih diberi kesempatan untuk mencicipinya.

IBM Watson

Kenapa harus memilih layanan A.I yang satu ini?

https://assetstore.unity.com/packages/tools/ai/ibm-watson-unity-sdk-108831

ya itulah jawabannya, personally keputusan tidak dari segi bisnis endorsement maupun affiliate tetapi baru-baru ini secara resmi IBM merilis Unity SDK untuk layanan A.I mereka yang bernama IBM Watson.

Anda bisa mencoba Lite version secara gratis (1 instance per service saja)

Ada banyak layanan yang bisa dipakai dari IBM Watson ini dan yang menarik untuk ditelusuri yaitu Speech to Text dan Visual Recognition (meskipun sebenarnya sangat bergantung kebutuhan kalau anda ingin memakai layanan yang lain).

Sayangnya untuk versi gratis anda tidak bisa memakai layanan lebih dari satu instance secara bersamaan untuk satu layanan tetapi jika anda ingin mencobanya model payment adalah pay-as-you-go seperti Amazon.

Untuk pengembangan saya rasa cukuplah untuk mengetahui bagaimana cara kerja layanan A.I secara umum.

Dalam setiap layanan tersebut anda akan di berikan credentials yang kemudian akan anda gunakan untuk mengakses layanan-layanan tersebut melalui protokol REST (kalau anda developer web pasti sudah sangat akrab, untuk yang lain silahkan pakai mesin pencari kesayangan anda)

Credentials dari Speech to Text

Untuk Speech to Text anda akan diberikan username, password dan URL sedangkan untuk Visual Recognition anda akan memperoleh API Key dan URL

Credentials dari Visual Recognition

Unity 3D dan SDK IBM Watson

Kalau anda meng-import aset SDK IBM Watson dari Unity Store dan mencoba contoh Speech to Text yang berada di scene ExampleStreaming,

Jangan lupa untuk mengedit credentials di berkas ExampleStreaming.cs sesuai dengan credentials yang diberikan layanan yang anda buat di IBM Watson

Best editor i ever used!

Kemudian anda menjalankan scene tersebut maka secara otomatis akan mendeteksi Microphone yang anda pakai dan akan mulai mendengarkan suara yang akan dirubah ke teks oleh layanan IBM Watson.

(suara: AWESOME)

atau kalau anda ingin mengetest langsung tanpa Unity 3D bisa dilakukan melalui tool seperti curl, hanya saja anda harus menyediakan berkas rekaman audio karena tool ini setau saya tidak bisa mengambil audio langsung dari Microphone. Lihat tutorial resmi Speech to Text.

Linux people will love it…

Demikian juga dengan layanan Visual Recognition anda bisa mencobanya malalui scene ServiceExamples

Jangan lupa untuk meng-enable komponen ExampleVisualRecognition dan mengedit berkas ExampleVisualRecognition.cs sesuai dengan API Key dan URL dari IBM Watson.

Typical use..

Satu nilai lebih Virtual Recognition dari Speech to Text ini adalah adanya Training Tool, artinya anda bisa mentraining A.I dengan data-data gambar sehingga nantinya A.I tersebut akan bisa mengenali gambar sesuai dengan klasifikasi yang anda harapkan, kalau anda penasaran apa yang saya maksudkan contoh yang saya buat sebagai berikut ini mungkin bisa menjadi bayangan.

Harus disensor, belum konklusi sampe sekarang sepertinya 👀

Karena layanan ini menyediakan akses dengan protokol REST artinya banyak sekali teknologi klien yang bisa didukung seperti Node.js, Python dll.

Saya yakin kalau dunia pengembangan game dan A.I yang sebenarnya akan semakin dekat karena adanya dukungan layanan cloud dari perusahaan besar dan keluarnya berbagai macam device chip yang ter-embed oleh algoritma A.I secara hardware sehingga pemakaian A.I akan menjadi seperti sebuah norma baru dalam pengembangan sebuah game maupun perangkat lunak.

Menurut saya poin penting jika anda ingin membuat layanan A.I entah untuk pribadi ataupun komersil yaitu perlunya kemudahan akses (protokol).

Tentang Saya
Programer yang tidak terlalu bertendensi ke bahasa pemrograman tertentu, meskipun saya termasuk fans berat dari Node.js tetapi selama problem terselesaikan ok saja kalau harus pakai teknologi lain — Github, Twitter

--

--

No responses yet

Write a response