Pemrograman

Insight & Tutorials in Bahasa Indonesia

Follow publication

Augmented Reality — Unity 3D & Vuforia

Equan P.
Pemrograman
Published in
5 min readMar 17, 2018

--

“A figurine of a stormtrooper under a desk lamp with an incandescent light bulb” by James Pond on Unsplash

Kalau anda belum mengenal apa itu Augmented Reality (AR) atau kalau di Bahasa Indonesia-kan berarti Realitas Tertambah, berikut penjelasan dari wikipedia yang menurut saya sudah sangat jelas

“ Teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata” — Wikipedia

Augmented Reality di Dunia Nyata

Penerapan yang paling standout yang saya tahu adalah aplikasi dari Ikea yaitu Ikea Place.

https://itunes.apple.com/us/app/ikea-place/id1279244498

Ada banyak aplikasi lain yang bisa dibuat dengan memakai teknologi Augmented Reality terutama untuk game, silahkan melihat Wikipedia ataupun cari di mesin pencari kesayangan anda.

Pengembangan

Pada saat tulisan ini ditulis setidaknya ada 2 Software Development Kit (SDK) maistream yang mentargetkan AR untuk mobile device yaitu ARKit dari Apple dan ARCore dari Google untuk platform Android tetapi kelemahan keduanya yaitu belum bisa diadopsi secara luas oleh pasar dan sebabnya cuman satu yaitu dukungan perangkat keras dari mobile device yang kurang karena saat ini keduanya sangat eksklusif untuk high-end mobile devices.

ARKit sudah sangat jelas untuk iPhone maupun iPad sedangkan untuk ARCore hanya beberapa device android yang didukung

https://developers.google.com/ar/discover/#supported_devices

Keuntungan dari kedua SDK tersebut adalah keduanya bersifat gratis (i don’t use Apple so correct me if i’m wrong)

Lalu untuk developer dengan device yang terbatas apakah masih bisa mencicipi seperti apa itu teknologi Augmented Reality?

Vuforia

Vuforia mungkin satu-satunya pemain profesional selain dua behemoth diatas yang menyediakan SDK yang lengkap untuk membangun aplikasi AR dengan range device yang jauh lebih lebar (lihat).

Bahkan saya bisa memakai webcam biasa untuk membangun aplikasi AR dengan sangat mudah.

Menjangan Ireng (Kijang Hitam)

Menurut dokumentasi mereka ada banyak fitur mulai dari pengenalan target, dimana model 3D akan diletakkan, seperti pengenalan target melalui gambar (Image Target), pengenalan melalui objek 3D ataupun pengenalan lingkungan seperti tanah datar, meja lantai yang rata atau istilahnya Ground Plane dan untuk lebih lengkapnya silahkan melihat Fitur Vuforia.

Sayangnya Vuforia tidak bisa mengenali objek secara real time dan secara teknis tidak ada dukungan AI sehingga wajar kalau fitur seperti itu tidak ada dan Vuforia ini tidak gratis buat produksi tetapi gratis untuk stage pengembangan artinya kalau anda sebagai developer maka akan sangat diuntungkan dengan SDK yang satu ini, karena mereka membuka semua fitur untuk developer.

Hello World, AR!

Untuk memulai pengembangan setidaknya anda membutuhkan beberapa item untuk mencoba Augmented Reality di lingkungan PC dengan Webcam.

✏️ Unity 3D + Vuforia SDK + Vuforia App Key

Cara termudah menurut saya untuk mencoba Vuforia SDK adalah dengan Unity 3D karena sejak versi Unity 3D 2017.3 keatas Vuforia SDK ini sudah menjadi komponen add-on utama sehingga sangat mudah di instal secara langsung.

Untuk setup software Unity 3D dan Vuforia silahkan membaca sendiri di website resmi mereka karena sudah sangat lengkap (link) dan percuma kalau saya tuliskan kembali selain itu anda juga membutuhkan Vuforia App Key yang bisa anda dapatkan setelah menjadi developer.

✏️ Webcam

Anda bisa memakai webcam apa saja dan semakin besar resolusinya maka akan semakin baik.

(1). Logitech C270 (2). Image Marker

✏️ Image Target

Image Target merupakan target termudah untuk PC dan sebenarnya Image Target bisa berupa gambar apa saja tetapi karena secara teknis gambar yang akan dikenali tersebut akan disamakan dengan database terlebih dahulu maka akan lebih mudah untuk pertama kali jika anda memakai Image Target yang disediakan oleh Vuforia atau istilahnya predefined image target.

Predefined image target yang sudah di cetak

Anda bisa mencetak gambar seperti diatas dari Vuforia Core Sample dan kalau and lihat masih banyak contoh selain Image Target sebenarnya yang bisa dicoba, hanya saja diperlukan langkah ekstra.

Misalnya untuk pengenalan target berupa objek 3D and harus mencetak dan merakit model 3D.

Untuk Dicetak

Meskipun produk berbayar tetapi setidaknya Vuforia masih ramah di tangan pengembang dan secara pribadi bernilai plus besar karena dengan Vuforia kita bisa memanfaatkan webcam biasa untuk Augmented Reality

The Octopus is kind of a drone (Cari sendiri korelasinya)

dan alih alih seperti SDK AR mainstream lainnya yang lebih mengutamakan untuk pengembangan di platform mobile dengan Vuforia ini anda pun bisa mengembangkan aplikasi AR diatas desktop Windows 10.

Tulisan ini mungkin agak berbau iklan tetapi secara pribadi Vuforia sangat membantu saya dalam mengenal teknologi Augmented Reality tanpa harus memakai fancy hardware.

10.000 KM

Teknologi Augmented Reality sebenarnya adalah pencocokan data dengan database dan data yang dicocokkan adalah hasil pendeteksian target yang bisa berupa gambar dua dimensi, objek 3D, dataran tanah, marker custom seperti stiker produk, terrain dll.

Kalau anda seorang programer web, secara general proses pengenalan di teknologi Augmented Reality analoginya sama dengan pencocokan username maupun password dengan database dengan feedback kalau di AR yaitu visualisasi model 3D dengan koordinat sesuai target yang di deteksi alih-alih notifikasi error password atau redirect halaman web di browser.

Hey dude do you realize there are so many Vuforia videos on youtube?

yup, anda benar dan saya sarankan untuk melihat yang satu ini kalau anda baru memakai Vuforia.

Poin yang ingin saya sampaikan adalah sepertinya arah teknologi kedepan sangat besar kemungkinannya adalah kearah interaktifitas antara device dan lingkungan baik itu lingkungan nyata maupun virtual dan lebih dalam lagi anda sebagai progamer harus siap-siap “move on” secara teknis maupun secara pola pikir untuk bisa menerima bahwa pemrograman di ruang 3D atau pemrograman grafis beserta tetek bengek-nya akan rules alias sangat mainstream di masa mendatang.

Get Ready!

📝Selanjutnya

Augmented Reality — Interaktifitas Memakai Unity 3D & Vuforia

Tentang Saya
Programer yang tidak terlalu bertendensi ke bahasa pemrograman tertentu, meskipun saya termasuk fans berat dari Node.js tetapi selama problem terselesaikan ok saja kalau harus memakai teknologi lain — Github, Twitter

--

--

No responses yet