Augmented Reality — Interaktifitas Memakai Unity 3D & Vuforia

✏️ Melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu Augmented Reality — Unity 3D & Vuforia.
Salah satu kekuatan dari Augmented Reality adalah terbentuknya mixed reality yang menurut saya selalu akan memberikan vibe atau feeling tertentu terhadap user dan kebanyakan memang Augmented Reality hanya di manfaatkan sebagai bagian presentasi entah itu presentasi berupa objek 3D, iklan, pesan, mark, grafik atau apapun.
Augmented Reality sebenarnya sangat potensial untuk di pakai secara interaktif untuk tujuan kontrol hanya saja menurut saya VR jauh lebih fleksibel untuk itu meskipun dalam sudut pandang tertentu VR belum bisa membuat realitas virtual dengan kualitas seperti reality, ya seperti yang sering anda lihat di film-film sci-fi.
Jadi saat ini interaktifitas AR masih sangat terbatas?
Tidak juga karena dalam perkembangan Augmented Reality mulai bermunculan tool untuk melakukan kegiatan interkatif dengan lingkungan AR, tool seperti Magic Leap yang secara resmi telah menjadi rekan dari Unity 3D (link), ada juga solusi seperti Microsoft Hololens, Meta 2, ODG R-9 Smartglasses dll.
Hanya saja seperti halnya dalam VR, tool-tool tersebut masih relatif dalam perkembangan sehingga harganya-pun relatif mahal kalau misalnya anda bandingkan jika Augmented Reality hanya digunakan untuk tujuan presentasi yang mana tidak membutuhkan banyak interaktifitas.
Unity 3D & Vuforia
Dengan Unity 3D dan Vuforia anda bisa membangun interaktifitas dalam lingkungan AR.
Pada contoh video diatas peran kontrol yang biasanya dilakukan oleh mouse ataupun touchscreen, pada Augmented Reality bisa di gantikan dengan menyentuhkan jari pada daerah tertentu dari Image Target.
Augmented Reality dan IoT
Dalam implementasi yang lebih luas kontrol bisa didelegasikan ke dunia nyata artinya pengontrolan bisa diperluas dimanfaatkan untuk mengontrol item di dunia nyata alih-alih untuk mengontrol warna cincin seperti contoh video diatas dan tentu saja pendelegasian ke dunia nyata ini pasti membutuhkan yang namanya antar-muka.

Sistem sederhana pada diagram diatas adalah salah satu contoh bagaimana pendelegasian kontrol lampu dari scene AR ke reality world melalui bantuan antar-muka perangkat keras, misalnya seperti Arduino.
Pada bagian Unity 3D anda bisa memakai banyak pustaka yang menghubungkan antara Unity 3D dengan Arduino, bisa memakai protokol HTTP (REST), WebSocket, MQTT ataupun protokol custom atau jika anda memakai REST bisa juga memakai API bawaan dari Unity 3D seperti UnityWebRequest.

Anda bisa memakai apapun untuk server REST tetapi akan lebih mudah dan fleksibel kalau memakai Node.js karena banyak paket pendukung npm misalnya jika anda ingin menambah fitur.

Untuk demo ini pengontrolan akhir berupa notifikasi windows pada pojok kanan bawah. Anda bisa memakai data status tersebut kemudian mengirimkannya ke Arduino melalui Ethernet atau WiFi untukmengontrol lampu yang sebenarnya.

Demo diatas sebenarnya sangat sederhana yaitu client-server tetapi sedikit banyak konsep seperti ini yang menjadi dasar dari sistem yang jauh lebih kompleks. Untuk pengontrolan lebih banyak alat saya sarankan memakai metode seeprti Publish/Subscribe.
Kode sumber demo diatas bisa anda dapatkan di repositori khusus pemrograman Github
Keterbatasan
Interaktifitas AR mungkin kelihatan terbatas dan memang research untuk itulah yang memunculkan alat seperti Magic Leap dll sehingga memungkinkan tracking ataupun interaktifitas yang lebih presisi.
Itu saja, Have Fun!